A dissertation submitted to the Faculty of the Division of the Humanities in Candidacy for the Degree of Doctor of Philosophy. Department of Near Eastern Languages and Civilizations
"Bagi al-Ghazali, menghampiri hakikat atau untuk mencari kasih dan ridha Tuhan, tumpuannya adalah akal. Pada pendapat ini beliau dijunjung tinggi sebagai penyelamat agama dan ummat. Ketika berada pada ujung usia, disadari bahwa akal hanya menghasilkan kontak yang tidak langsung. Untuk itu, beliau menunjuk naluri (al-dzawq) sebagai piranti yang akan meng-hantar manusia pada kontak yang serba …
Agama dan imajinasi kerap dipandang sebagai dua hal yang saling menolak. Yang satu seperti rapi tertata, satunya lagi mengembara tanpa batas. Padahal, keduanya berbagi tujuan yang sama: membayangkan suatu ideal yang mungkin di balik apa-apa yang kasatmata. Lewat buku ini, Haidar Bagir menunjukkan bahwa dengan imajinasi keberagamaan kita menjadi lebih lapang dan mendalam.