"Dokumen Fiqih Muhammadiyah terbitan 1924 itu seolah membeku di peti es. Membaca kitab itu serasa dihujani jarum. Menulis ulang kitab itu serasa tertusuk sembilu. Ada ranjau yang bisa menjebak hawa nafsu. Namun, juga bisa menyatukan warga Muhammadiyah dan NU. Buku ini, meski menyimpan dilema, ingin menyodorkan fakta sejarah yang terlupakan. Bahwa dulu Muhammadiyah sama persis dengan NU, demi…