Text
Manusia Menurut Al-Ghazali
"Bagi al-Ghazali, menghampiri hakikat atau untuk mencari kasih dan ridha Tuhan, tumpuannya adalah akal. Pada pendapat ini beliau dijunjung tinggi sebagai penyelamat agama dan ummat.
Ketika berada pada ujung usia, disadari bahwa akal hanya menghasilkan kontak yang tidak langsung. Untuk itu, beliau menunjuk naluri (al-dzawq) sebagai piranti yang akan meng-hantar manusia pada kontak yang serba langsung. Dengan peralihan konsep teologis ini, beliau dituding sebagai biang kemunduran Islam. Lantaran naluri baru sahih sebagai media sesudah melewati beberapa fase kehidupan yang sufistik. Orien-tasi sufistik jelas berciri keakhiratan penuh dalam arti mengabai-kan urusan duniawi, yang justru merupakan salah-satu aspek penting bagi kekhalifahan manusia di muka bumi. Dengan jalan pikir yang antagonistis tersebut, bagaimana kita hendak menempatkan dan memahami karya-karya al-Ghazali sebagai tokoh pemikir Islam yang amat dihormati itu? Di samping bagaimana pula Islam hendak mengenali fenomena baru berupa ilmu pengetahuan. Kiranya buku ini merupakan langkah awal yang menjelaskan duduk soal."
No other version available