Text
Membongkar Kerancuan Pemikiran Nurcholish Madjis: Seputar Isu Sekularisasi dalam Islam
"Nurcholish Madjid, sang 'nabi' pembaruan pemikiran Islam asal Jombang, menggagas definisi sekularisasi yang 'menyempal' dari pendapat para pakar pada umumnya. Menurut Cak Nur, sekularisasi adalah menduniawikan nilai-nilai yang sudah semestinya bersifat duniawi dan melepaskan Umat Islam dari kecenderungan untuk mengukhrawikannya. Sedang menurut para pakar pada umumnya, sekularisasi adalah ide, proses dan praktik yang membebaskan yang bersifat duniawi dari urusan-urusan yang bersifat ukhrawi-agamawi. Dengan pola pemikiran seperti itu, Nurcholish secara ekslusif memberlakukan ide sekularisasinya di kalangan Umat Islam saja. Benarkah gagasan Cak Nur ini?
Pendekar dan ikon pembaruan pemikiran Islam dari Jombang itu menggunakan istilah sekularisasinya dalam banyak dimensi sesuai alur kemauan dan pemahamannya sendiri. Ada yang dikaitkan dengan 'penduniawian' nilai-nilai, ada yang diterapkan kepada animis yang konvert ke kepercayaan tauhid (masuk Islam), ada yang dikaitkan dengan upaya menyentuhtanahkan ajaran-ajaran Islam agar sesuai dengan keadaan ruang dan waktu, dan ada pula yang dicangkok dari kerangka pemikiran sosiologis sekularisasi Robert N. Bellah. Sejauh menyangkut konversi animis ke kepercayaan tauhid (masuk Islam), Cak Nur mantap berpendapat bahwa Islam sebenarnya dimulai dengan proses sekularisasi dan ajaran tauhid merupakan pangkal tolak sekularisasi secara besar-besaran. Benarkah pendapat Cak Nur ini?
Buku ""Membongkar Kerancuan Pemikiran Nurcholish Madjid: Seputar Isu Sekularisasi dalam Islam"" karangan Faisal Ismail ini berisi gugatan, sanggahan dan refutasi yang komprehensif terhadap pemikiran Cak Nur di seputar isu tersebut. Faisal menurunkan kritik-kritik tajamnya secara mendetail terhadap racikan ide yang Nurcholish klaim sebagai sekularisasi itu. Doktrin politik Cak Nur 'Islam Yes, Partai Islam No, juga mendapat sorotan tajam dari pengarang buku ini. Buku ini sudah pasti memberikan penjernihan spiritual dan pencerahan intelektual."
No other version available