Adik-Adik tersayang, akhirnya Rasulullah saw. tiba di Madinah. Para penduduk menyambut kedatangan beliau dengan begitu meriah dan tulus. Belum pernah dan tak akan pernah ada lagi dalam sejarah, penyambutan yang begitu penuh cinta terhadap seorang pemimpin. Apa yang beliau saw. lakukan pertama kali di Madinah? Tinggal di manakah Rasulullah saw. dan keluarganya? Apa yang Rasulullah saw. lakukan u…
"Adik-Adik tersayang, masa kecil Nabi Muhammad saw. dipenuhi dengan berbagai kisah indah dan luar biasa walaupun ada juga yang memilukan hati. Ada kisah tentang dadanya yang dibelah malaikat, tentang wafatnya ibunda terkasih, tentang betapa sayangnya sang kakek kepadanya serta tentang perjalanan ke Syam yang jauh bersama sang paman, Abu Thalib. Semuanya bisa kamu baca di buku ini. Selain itu…
"Adik-Adik tersayang, mungkin air mata kalian akan mengalir saat membaca buku ini. Betapa tidak, kalian akan menemukan banyak kaum Muslimin yang disiksa hanya karena mereka beriman kepada Allah Swt. Begitu diangkat menjadi rasul, kehidupan Muhammad berubah drastis. Dari hidup tenang menjadi hidup penuh perjuangan membela Islam. Beliau juga menahan semua caci dan siksa yang ditimpakan kepadan…
"Adik-Adik tersayang, alangkah kejamnya perlakuan orang kafir Quraisy kepada Rasulullah saw. setelah Abu Thalib dan Bunda Khadijah wafat. Mereka menaburkan tanah ke atas kepada Rasulullah saw, menimpuknya dengan batu ketika sedang shalat, serta memasukkan isi perut hewan ke dalam masakan Rasulullah saw. Untuk meringankan beban di hati Rasulullah, Allah mengutus malaikat Jibril untuk mengajak…
Adik-Adik tersayang, pagi itu di kaki Gunung Uhud, sebenarnya kaum Muslimin sudah meraih kemenangan dan pasukan musuh sudah berlari lintang pukang. Namun, pasukan pemanah kaum Muslimin melanggar perintah Rasulullah saw. Akibatnya, situasi jadi berbalik. Kaum Muslimin pun terpukul mundur. Bahkan pipi Rasulullah sampai tertembus besi helmnya akibat lemparan batu. Namun, Rasulullah saw. akhirnya b…
Adik-Adik tersayang, belum pernah kaum Muslimin disergap perasaan tercekam seperti saat menghadapi musuh di Perang Khandaq. Betapa tidak, seluruh kekuatan musuh bergabung untuk menghancurkan Madinah. Begitu besarnya jumlah mereka, sampai-sampai Rasulullah saw. dan kaum Muslimin harus menggali parit yang lebar dan dalam untuk menahan serangan. Di tengah situasi yang demikian itu, Yahudi Bani Qur…